TAHUKAH KAMU : JATUH CINTA DARI SEGI BIOLOGI DAN KIMIA

 
Semua orang memiliki yang namanya cinta,, bener Gax,,,? Semua yang ada di dunia ini dapat di logika kecuali cinta,,, hee,,hee,, podo karo judul lagune agnes ”cinta ora iso dilogika” mengapa cinta tak bisa di logika,,?
Contoh cewek cantik cinta setengah mati kepada bapak-bapak yang usianya jauh di atasnya,,, Ne namanya cinta Gila,,,gax bisa di logika kan,,
Cinta sepertinya bukan sesuatu yang ilmiah, tetapi sebenarnya dapat dijelaskan secara ilmiah dari segi ilmu biologi dan kimia,, kok Bisa,,,? Penasaran….
Di tubuh orang yang jatuh cinta mengalir bahan kimia. Orang bertatapan mata, bersentuhan kulit, mencium bau wewangian akan merangsang produksi senyawa kimia yang kemudian mengalir cepat dari otak dan menjalar ke saraf melalui peredaran darah,, ceritane gitu,, makanya trus timbul syahwat,,,hee
Karena itu Mas / mba’ tidak heran jika orang yang sedang jatuh cinta menjadi tersipu-sipu, wajah memerah, telapak tangan berkeringat dingin, nafas berat tak beraturan,, ternyata waktu presentasi diskusi ngaji juga grogi,,, hee,, . semua itu ternyata dari reaksi kimia cinta..
Dari mana datangnya lintah
Darilah sawah turun ke kali
Dari mana datangnya cinta
Dari mata turun ke hati
Teruz turun ke  mana lg,,,,???? Hee
Timbulnya rasa cinta harus di proses dahulu di otak yang selanjutnya diproses secara kimiawi melalui tahap-tahap berikut ini..:
  1. Tahap terkesan
Melalui alat indera masing-masing. Reaksi romantis bisa timbul akibat faktor genetik, pengalaman psikologis atau wewangian,, iso juga Mas / mba’ kerono sering sms san,,
  1. Tahap nafsu
Yang ini tahap bahaya,,, ternyata Mas / mba’ saat terkesan masing-masing pasangan merangsang otak menghasilkan senyawa-senyawa amfetamin, yaitu phenyl, ethyl, amine (PEA), dopamine, dan norepinephrine yang jika menyebar ke seluruh tubuh akan membangkitkan perasaan gembira dan bahagia, (identik dengan cinta nafsu). Cinta inilah yang biasanya dialami oleh remaja-remaja,, dimana cinta yang dimiliki semata-mata karena nafsu.. WAH,, GAWAT ki Mas / mba’,,, Pacaran tapi nek di tantang Nikah gax Wani,,, payah,, heeee,,
cinta ini namanya cinta yang tidak didasari oleh rasa saling memiliki dan rasa saling membutuhkan. Ehm,,,
Tanda-tanda cinta nafsu (”cinta Monyet”) adalah bila bertemu yang diinginkan adalah bisa berpegangan, berpelukan, berciuman, dan bila tidak dapat mengendalikan hawa nafsu maka akan terjadi hubungan badan. Makanya Mas / mba’,,
  1. Tahap pengikatan
Ki tahap pengikatan,, tahap Menembak,, jurus apa yang di pake,, biar tepat sasaran,, hee,,,
Ternyata tubuh kita menghasilakan endorphine yang menyebabkan perasaan aman, damai, dan tentram. Berbeda dengan PEA (yang di sebutkan di atas), endorphine menjadikan hubungan kasih sayang semakin intim dan bertahan lama,, (biasa aja,, ne kan ilmu,,hee) karena sebenarnya hadirnya kasih bukan sekedar menjadikan hatinya gembira dan bahagia, tetapi lebih dari itu,, bener gax Mas / mba’,,,?. Biasanya pasangan yang sudah matang usianya berada pada tahap ini, yaitu tahap cinta penuh kasih sayang, bukan cinta nafsu.
  1. Tahap persekutuan Kimiawi
Berdasarkan uraian di atas nampak bahwa seorang jatuh cinta dan melakukan jima’ karena di awali dengan tahap terkesan, nafsu, pengikatan, dan terakhir pada tahap persekutuan kimiawi. Secara normal remaja pastilah mengalami tahap nafsu,, karena bagaimanapun juga ketika mereka menginjak usia remaja maka secara otomatis mereka mulai tertarik dengan lawan jenisnya,,
Nah pada saat mereka remaja seharusnya diberikan pendidikan seks secara mendalam, karena mereka sudah mampu memahami dan menerima penjelasan kitasecara benardan baik..
Pertanyaannya Mas / mba’…..?
Mengapa remaja di haramkan berpacaran di tempat sepi (khalwat),,,?
Alasan ilmiahnya,, dikhawatirkan mereka akan bermesraan di tempat sepi, maka secara otomatis rasa malu, takut dan khawatir di lihat orang, dan rasa was-was tidak ada, sehingga reproduksi hormon Phenyl Ethyl Amine (PEA), Dopamine, dan norepinephrine akan meningkat secara besar-besaran, sehingga menekan tingkat kesadaran mereka dan menjadi lupa segalanya, akibatnya terjadilah hal-hal yang tidak di inginkan.
Ternyata Mas / mba’, Syariat Islam itu juga berlandaskan alasan yang ilmiah,,,,
Semoga ManfAAT…

No comments

Powered by Blogger.